Kasi Bimas Islam Kemenag Muna Tekankan Pembagian Tugas PAI Non PNS Watopute

Foto bersama Kasi Bimas, Kepala KUA, Staf dan PAI Non PNS Kec. Watopute

Raha, (Humas Kemenag Muna)— Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Muna La Ode Abdul Syukur, S.Ag melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS Kec. Watopute, di Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Watopute, Rabu (26/08/2018)

La Ode Abdul Syukur diterima Kepala KUA Kec. Watopute Drs. Alimin Dere bersama dua orang Penyuluh  Agama Fungsional dan Non PNS. Briefing dalam rangka peningkatan tugas-tugas PAI non PNS dibuka Kepala KUA Kec. Watopute Alimin Dere

“Apa yang disampaikan nanti oleh Kepala Seksi Bimas, agar dicermati dan mudah mudahan dapat ditindaklanjuti sebagai dasar untuk menyelesaikan tugas tugas kita, semoga bermanfaat bagi kita sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas penyuluhan dimasyarakat  nantinya” ujar Alimin Dere.

Alimin juga berharap kepada PAF dan PAI Non PNS agar dalam melaksanakan tugas selalu bersinergi dengan Kepala KUA, dalam hal ini dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan Ka. KUA selalu dilibatkan.

Selanjutnya La Ode Abdul Syukur dalam arahannya mengatakan, bahwa Kepala KUA segera membuat Surat Keputusan Pembagian Tugas PAI Non PNS, masing-masing penyuluh mempertanggung jawabkan 1 (satu) bidang sasaran penyuluh.

“Adapun bidang sasaran penyuluh ada 8 item yaitu Pemberantasan Buta Huruf Al Qur’an, Perkawinan dan Keluarga Sakinah, Zakat, Wakaf, Kerukunan Umat Beragama, Pemberantasan NARKOBA dan HIV/ AIDS, Radikalisme dan Aliran Sempalan dan Produk Halal,” urainya.

Beliau menambahkan, bahwa orientasi PAI Non PNS berbasis di Desa dan Kelurahan, oleh sebab itu diharapkan kepada PAI dalam melaksanakan kegiatan agar selalu berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Lurah sebagai mitra kerjanya.

Kemudian Abdul Syukur mewanti wanti PAI agar memanfaatkan Aplikasi E-PAI dalam laporan kegiatan yang  pelaksanaannya 1  bulan minimal 8 kali.

“Laporan juga disusun sebaik-baiknya, dijilid dan diarsipkan untuk menjadi bahan evaluasi kinerja penyuluh,” ujarnya.

“PAI juga diharapkan membentuk Kampung Qur’an minimal 1 per Kecamatan sesuai Program Bupati Muna dan selalu melakukan kegiatan keagamaan dalam Masjid, membina generasi untuk memakmurkan Masjid,” lanjutnya.

Beliau juga meminta 1 orang PAI Non PNS mewakili Kecamatan untuk berkompetisi sampai tingkat Nasional.

Terakhir La Ode Abdul Syukur mengucapkan terima kasih kepada semua peserta briefing dan meminta agar semua bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. (lyd)

1642total visits,4visits today