Kasubbag TU Kemenag Muna Imbau Hindari Kekeliruan Pemberkasan

Raha, (Humas Kemenag Muna)— Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Muna, Rabu (5/9) melalui Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) melaksanakan rapat Koordinasi bersama guru- guru PAI se Kab. Muna. Rapat berlangsung di Aula Kemenag Muna dipimpin Kasubbag TU Drs. Jamri Sakuna, M.Pd didampingi Kasi PAI Amin, S.Ag, membahas tentang pemberkasan sertifikasi guru PAI periode Juli sampai Desember 2018.

“Kegiatan pemberkasan ini sudah merupakan agenda rutin persemester, maka saya pikir kekurangan-kekurangan berkas sudah dapat diminimalisir. Oleh sebab itu apa yang menjadi harapan kita semua mudah-mudahan kita bisa realisasikan dalam pemberkasan periode ini dan kekurangan-kekurangan seperti dirasakan tahun-tahun sebelumnya tidak terjadi lagi dalam pemberkasan kali ini, yang menjadi kekeliruan dalam proses pencairan hak dari bapak dan ibu guru semuanya,” kata Jamri Sakuna.

Jamri Sakuna menambahkan, kendala utama keterlambatan pencairan sertifikasi adalah keterlambatan terbukanya Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Kementerian Agama (SIMPATIKA).

“Saya berharap agar dalam pemberkasan ini tidak ditemui lagi kekeliruan-kekeliruan, supaya Seksi PAI juga tidak terlalu pusing. Sudah kurang berkasnya, sementara orangnya di kampung dihubungi juga tidak ada jaringan, akibatnya satu dua orang yang terlambat mempengaruhi semua, sehingga berakibat pada keterlambatan pencairan hak kita,” ujarnya.

Jamri Sakuna mengharapkan komitmen para guru agama untuk tetap mengajar anak-anak didik baik dari segi Aqidah maupun dari segi Syari’ah untuk tetap dikembangkan.

“Dengan harapan mudah-mudahan anak-anak kita disekolah, termasuk dirumah tetap punya semangat, punya gairah untuk mengamalkan ajaran agamanya,” tutupnya.

Sebelumnya ditempat yang sama, senada dengan Jamri Sakuna, Amin mengatakan bahwa pemberkasan kali ini tidak jauh berbeda dengan pemberkasan sebelumnya, tinggal melengkapi berkas jika masih ada yang kurang.

“Oleh karena itu tolong kita disiplin karena kadang-kadang lain yang diminta, lain yang disetor. Disiplin dan ketelitian kita terapkan dulu pada diri kita sebagai guru sebelum kita aktualisasikan kepada murid-murid kita, karena bagaimana jadinya kalau kita sebagai guru agama, berkas-berkas itu kita sudah tentukan ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan,” ujarnya.

Amin berharap agar para guru dalam pemberkasan kali ini lebih teliti lagi, sehingga bapak dan ibu guru tidak bolak-balik dikantor, sehingga semua bisa berjalan lancar sebagaimana diharapkan.

Rapat ini diikuti oleh guru PAI se Kab. Muna. (lyd)

189total visits,1visits today